Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

Selasa, 20 November 2012

ABG 16 Tahun Sukses Bobol Windows Phone 8

Windows Phone 8 memang baru seumur jagung, tapi ada salah satu orang yang mengklaim sudah berhasil meng-crack sistem operasi mobile terbaru besutan Microsoft tersebut. Hebatnya lagi, usianya baru genap 16 tahun.

Remaja itu bernama Shantanu Gawde. Di usianya yang masih tergolong belia, Gawde sukses mencuri perhatian banyak kalangan. Tak mengherankan memang, karena di usia 7 tahun saja dia sudah mendapatkan sertifikat Microsoft Certified Application Developer.

Gawde yang tinggal di India, memang dikenal di negaranya sebagai Youngest Etchical Hacker. Aksi membobol produk Microsoft ini bukan pertama kalinya, tahun lalu dia sukses meretas Kincet untuk mengambil foto tanpa diketahui pemilik komputer Windows 7 yang telah disisipi malware.

Jadi, apakah dia akan menyisipkan malware juga ke Windows Phone 8? Sangat mungkin terjadi. Mengingat akhir bulan lalu, dia menunjukkan metode menginfeksi smartphone Windows Phone selama acara Malcon Security di New Delhi, India.

Dalam acara tersebut, Gawde mempertontonkan lubang di Windows Phone 8 yang ditembusnya sehingga mampu mencuri kontak informasi, personal data dan gambar user.

Menatap Sang Juara Merah Putih


Minggu, 25 November 2012, Indonesia kembali berlaga di AFF Suzuki Cup 2012. Ini akan menjadi partisipasi kesembilan Indonesia di kompetisi sepak bola bergengsi untuk negara negara di kawasan Asia  Tenggara itu, sejak digulirkan 1996 lalu. Selama delapan kali keikutsertaan di Piala AFF, Indonesia mempunyai catatan yang cukup bagus. Tim Merah-Putih sudah empat kali menembus final.
Pencapaian apik itu terjadi pada 2000, 2002, 2004, dan 2010. Namun, Indonesia gagal jadi juara. Pada final 2000, Indonesia berhadapan dengan Thailand, raksasa sepak bola di Asia Tenggara. Di partai pamungkas ini, Aji Santoso dan kawan- kawan mengakui keunggulan Thailand. Indonesia kalah telak 1-4 dari Negeri Gajah Putih itu. Selang dua tahun, Indonesia kembali berjumpa dengan Thailand. Ceritanya pun tak berbeda jauh dengan perjumpaan sebelumnya. Indonesia kembali takluk dari Thailand. Kali ini, Indonesia tumbang lewat drama adu penalti. Indonesia takluk dengan skor 4-2. Pada Piala AFF 2004 terjadi perubahan format kompetisi. Selepas babak penyisihan grup, pertandingan di babak perempat final, semifinal dan final, menggunakan sistem kandang dan tandang. Untuk yang ketiga kalinya, Indonesia berlaga di partai pamungkas. Bukan Thailand yang menjadi lawan Indonesia, melainkan Singapura. Kendati begitu, ceritanya tetap tak mengalami perubahan. Pada pertemuan pertama di Jakarta, Indonesia dipermalukan Singapura 1-3. Lalu di pertemuan terakhir, Indonesia dihajar 1-2. Di tahun 2006 dan 2008, Indonesia gagal melaju ke final. Namun pada 2010, Indonesia kembali merasakan atmosfer partai puncak. Tapi, untuk yang keempat kalinya, Indonesia gagal menjadi nomor satu. Indonesia dijungkalkan Malaysia dengan agregat gol 3-4. "Ternyata enam kemenangan dan hanya sekali kalah, belum mampu membawa pulang trofi itu saudara-saudara .. Tetap Semangat...!!!" tulis Bambang Pamungkas di akun Twitter- nya @bepe20, Rabu, 29 Desember 2010 lalu. Melihat catatan itu, Indonesia tampaknya layak disebut sebagai juara tanpa mahkota. Sama seperti Belanda, negara yang pernah menjajah Indonesia selama 350 tahun. De Oranje-sebutan Belanda--hanya bisa mencicipi runner-up di tiga edisi berbeda Piala Dunia.