Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

Tampilkan postingan dengan label Windows Phone. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Windows Phone. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 November 2012

Nih, 5 Negara Pembajak Software Terbesar


Jakarta - Indonesia didapuk Bussines Software Alliance (BSA) sebagai negara dengan presentase pembajakan software mencapai 86%. Tentu saja angka ini terbilang tinggi. Lantas, bagaimana dengan negara lain.

Sebelum mengeluarkan hasil untuk tahun 2011 ini, BSA melakukan riset kepada hampir 15 ribu pengguna komputer di 33 negara di seluruh dunia.

"Dari hasil tersebut angka pembajakan software PC secara global mendekati angka 42%. Dengan potensi kehilangan mencapai USD 63,4 miliar," terang Direktur Senior Anti-Piracy software BSA Asia Pacifik Turan Sawney, di Hotel Ritz Carlton, Selasa (15/5/2012).

Dari 33 negara tersebut, Indonesia berada di posisi kedua sebagai negara yang paling banyak memakai software ilegal. Dengan tingkat presentase mencapai 86% dan estimasi kerugian mencapai USD 1,467 miliar.

"Walaupun besar, sebetulnya jumlah tersebut turun 1% dari 87 % di tahun 2010 atau naik 1% di tahun 2009. Ini artinya 8 dari 10 software yang dipasang di komputer adalah software illegal," tambahnya.

Sementara posisi pertama atau yang tertinggi diraih Venezuela, dengan tingkat pembajakan mencapai 88% dengan tingkat kerugian mencapai USD 668 juta.

Turan menjelaskan, tingginya pembajakan di suatu negara belum tentu tinggi secara nilai kerugian. Pasalnya, penghitungan juga didasarkan pada pengeluaran untuk pembelian software legal dengan penetrasi PC yang terjual dibagi penjualan softwate ilegal.

Berikut 5 negara dengan tingkat pembajakan tertinggi versi BSA:

1. Venezuela: Tingkat pembajakan 88%, Kerugian USD 668 juta
2. Indonesia: 86%, USD 1,467 miliar
3. China: 77%, USD 8,902 miliar
4. Thailand: 72%, USD 852 juta
5. Argentina: 69%, USD 657 juta

ABG 16 Tahun Sukses Bobol Windows Phone 8

Windows Phone 8 memang baru seumur jagung, tapi ada salah satu orang yang mengklaim sudah berhasil meng-crack sistem operasi mobile terbaru besutan Microsoft tersebut. Hebatnya lagi, usianya baru genap 16 tahun.

Remaja itu bernama Shantanu Gawde. Di usianya yang masih tergolong belia, Gawde sukses mencuri perhatian banyak kalangan. Tak mengherankan memang, karena di usia 7 tahun saja dia sudah mendapatkan sertifikat Microsoft Certified Application Developer.

Gawde yang tinggal di India, memang dikenal di negaranya sebagai Youngest Etchical Hacker. Aksi membobol produk Microsoft ini bukan pertama kalinya, tahun lalu dia sukses meretas Kincet untuk mengambil foto tanpa diketahui pemilik komputer Windows 7 yang telah disisipi malware.

Jadi, apakah dia akan menyisipkan malware juga ke Windows Phone 8? Sangat mungkin terjadi. Mengingat akhir bulan lalu, dia menunjukkan metode menginfeksi smartphone Windows Phone selama acara Malcon Security di New Delhi, India.

Dalam acara tersebut, Gawde mempertontonkan lubang di Windows Phone 8 yang ditembusnya sehingga mampu mencuri kontak informasi, personal data dan gambar user.