Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

Featured Posts

Kamis, 22 November 2012

Samsung Galaxy Skin, Ponsel “Karet” yang Dapat Di tekuk tekuk

Ponsel yang tangguh dan tahan banting, bahkan tidak rusak walau ditekuk, kini tidak lagi sekedar khayalan.

Samsung baru-baru ini membocorkan rancangan ponsel terbarunya, Galaxy Skin, ponsel super lentur yang dapat dilekuk-lekukkan layaknya karet.

Rancangan ini menyusul dirilisnya Amoled screen, layar ponsel yang dapat dibengkokkan, yang sempat diperkenalkan oleh Samsung pada Januari lalu.


 


Layar Amoled 4,5 inch setebal 0,3 milimeter inilah yang menjadi sumber kekuatan Samsung Galaxy Skin.

Ponsel yang mulai dilempar ke pasaran pada kuartal kedua tahun depan itu, disebut-sebut dapat digulung sampai kecil, hingga tahan dipukul dengan palu.




Galaxy Skin dipersenjatai dengan teknologi graphene, lapisan atom karbon yang ditumpuk untuk melindungi layar kristal Amoled.

Ponsel ini juga dilengkapi dengan berbagai fitur canggih, seperti kamera 8 megapixel, RAM 1GB, dan prosesor 1,2 GHz. Spesifikasi ponsel ini nyaris sama dengan seniornya, Samsung Galaxy S II, kecuali layar fleksibelnya.

"Layar Amoled yang fleksibel dapat mengakhiri resiko rusaknya layar smartphone, dan juga tablet yang jauh lebih ringkih," ungkap Will Findlater, editor majalah Stuff, seperti dikutip Mail Online, Senin (26/9).

 



"Seandainya ada tablet yang dapat dilipat menjadi seukuran smartphone, pasti akan lebih menarik. Anda bisa mendapatkan dua gadget sekaligus," lanjut Findlater.

Selasa, 20 November 2012

Nih, 5 Negara Pembajak Software Terbesar


Jakarta - Indonesia didapuk Bussines Software Alliance (BSA) sebagai negara dengan presentase pembajakan software mencapai 86%. Tentu saja angka ini terbilang tinggi. Lantas, bagaimana dengan negara lain.

Sebelum mengeluarkan hasil untuk tahun 2011 ini, BSA melakukan riset kepada hampir 15 ribu pengguna komputer di 33 negara di seluruh dunia.

"Dari hasil tersebut angka pembajakan software PC secara global mendekati angka 42%. Dengan potensi kehilangan mencapai USD 63,4 miliar," terang Direktur Senior Anti-Piracy software BSA Asia Pacifik Turan Sawney, di Hotel Ritz Carlton, Selasa (15/5/2012).

Dari 33 negara tersebut, Indonesia berada di posisi kedua sebagai negara yang paling banyak memakai software ilegal. Dengan tingkat presentase mencapai 86% dan estimasi kerugian mencapai USD 1,467 miliar.

"Walaupun besar, sebetulnya jumlah tersebut turun 1% dari 87 % di tahun 2010 atau naik 1% di tahun 2009. Ini artinya 8 dari 10 software yang dipasang di komputer adalah software illegal," tambahnya.

Sementara posisi pertama atau yang tertinggi diraih Venezuela, dengan tingkat pembajakan mencapai 88% dengan tingkat kerugian mencapai USD 668 juta.

Turan menjelaskan, tingginya pembajakan di suatu negara belum tentu tinggi secara nilai kerugian. Pasalnya, penghitungan juga didasarkan pada pengeluaran untuk pembelian software legal dengan penetrasi PC yang terjual dibagi penjualan softwate ilegal.

Berikut 5 negara dengan tingkat pembajakan tertinggi versi BSA:

1. Venezuela: Tingkat pembajakan 88%, Kerugian USD 668 juta
2. Indonesia: 86%, USD 1,467 miliar
3. China: 77%, USD 8,902 miliar
4. Thailand: 72%, USD 852 juta
5. Argentina: 69%, USD 657 juta